Mata Sehat Investasi Bangsa

Temu Blogger Kesehatan | Mata Sehat Investasi Bangsa

“Ya sekarang, silahkan anda semua mulai nge-tweet.”
“Gak bisa dok,” jawab saya dan teman-teman blogger kompak.

Assalamu’alaikum. Hello semuanya.

Dialog diatas adalah sedikit cuplikan bagaimana suasana Temu Blogger Kesehatan minggu lalu saat sesi diskusi bersama Dokter Aldiana Halim. Sewaktu itu kami (Blogger Pontianak) diminta untuk tweet apapun. Tapi jelas nggak bisalah, kami disuruh tweet sambil merem. Hasilnya tweet nggak karuan seperti ini yang muncul, “bshojiwddskxebjda.”

Disitu kami disadarkan bahwa mata sangat mempengaruhi kegiatan produktif. Baru disuruh tweet dengan mata merem saja sudah kewalahan. Apalagi disuruh jalan atau nonton drama korea *sedihakutuh*.

Sekarang kita sepakat ya, bahwa mata sangat penting bagi kehidupan. Tapi apakah teman-teman tau, bahwa setiap tahunnya jumlah angka kebutaan terus meningkat. Lalu diikuti dengan naiknya jumlah angka lanjut usia.

Kenapa? Apa hubungannya kebutaan dengan lanjut usia? Itulah pertanyaan yang berputar-putar di kepala saat Dokter Halim menjelaskan berbagai data statistik.
“Penyebab utama kebutaan adalah katarak. Penyakit katarak ialah disebabkan karena lanjut usia. Sedangkan penyebab utama gangguan pengelihatan adalah kelainan refraksi.”
Diperkirakan dari tahun 2000 hingga 2030 populasi orang-orang yang berusia 50 tahun keatas akan meningkat 15%. Sedangkan angka ekspektasi rata-rata panjang umur masyarakat Indonesia ialah 68 tahun di 2000 menjadi 76 tahun di 2030. (Demographic trends in Indonesia, Hans Limburg MD Phd 2013)

Dari data di atas dapat kita lihat bersama, bahwa setiap tahun angka kebutaan disebabkan katarak akan meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah angka usia lanjut.

Jujur saja sewaktu dijelaskan begini, saya langsung bicara sendiri dalam hati. “Di masa depan nanti, orangtua bahkan saya sendiri juga akan mengalami fase tua atau usia lanjut loh.”

Ada rasa takut, was-was dan cemas. Tapi, bukankah ajal dan tua adalah proses hidup yang tidak bisa manusia hindari bukan?
“Terus bagi kita yang masih sehat, muda dan bisa melihat dengan jelas, bagaimana langkah atau cara agar di masa depan nanti kita dan keluarga bisa menjalani masa tua dengan bahagia, produktif lalu memiliki mata yang sehat?”  
Pertanyaan diatas sangat pas sekali dengan tema atau slogan Acara Temu Blogger Kesehatan hari Kamis lalu (12 Oktober 2017) yaitu, Mata Sehat Investasi Bangsa.

Cara Mencegah Katarak Sejak Dini

1. Lindungi Mata Dari Sinar Matahari


Teman-teman suka travelling ke pantai? Jujur saja, pantai adalah tempat wisata favorit saya. Langit biru, awan putih, deburan ombak, hangatnya pasir pantai, hembusan angin laut, hijaunya pepohonan dan beningnya air laut. Tapi ternyata selama ini saya kurang aware dengan bahaya sinar ultraviolet.

Sinar UVA dan UVB menjadi penyebab utama memicu terjadinya katarak. Itu sebabnya kacamata dan topi berguna banget buat menutupi area mata. Jadi kegunaan topi dan kacamata nggak hanya buat gaya-gayaan ya guys.

Tak hanya liburan ke pantai saja. Sewaktu mengendarai kendaraan ataupun berkerja pada siang hari, kacamata dan topi juga mesti digunakan demi melindungi mata dari sinar matahari. Selain kacamata, payung juga bisa membantu ketika kamu ingin jajan ke warung sebelah rumah atau main ke rumah si dia *eyaaa.

Cara lainnya melindungi mata dari paparan sinar matahari adalah dengan tidak keluar ruangan antara jam 11 dan jam 3. Nah, saran yang ini Bee dapatkan dari hasil berselancar di internet. Linknya ditaruh di akhir tulisan ya.

2. Jangan Merokok dan Minum Alkohol


Lah? Apa hubungannya merokok dan alkohol ke kebutaan?

Teman-teman tentu tau, apapun yang dikonsumsi tubuh akan berpengaruh dengan kondisi tubuh. Rokok dan Alkohol ternyata tidak hanya berbahaya untuk organ tubuh seperti jantung dan paru-paru. Tapi berbahaya juga untuk mata.

Asap rokok mengandung zat kimia berupa nikotin. Zat ini berbahaya karena dapat merusak kebersihan mata. Sedangkan alkohol berbahaya karena saat masuk ke dalam aliran tubuh dapat menyebabkan beberapa resiko penyakit seperti diabetes dan gangguan fungsi organ. Karena itu juga kenapa Dokter Hilmi menyampaikan bahwa diabetes dapat memicu terbentuknya katarak.

Dua cara diatas merupakan langkah pencegahan katarak sejak dini yang disampaikan oleh Dokter Hilmi dan narsumber lainnya. Tapi nggak cuma itu saja ya. Dari hasil browsing, cara lainnya adalah seperti mengkonsumsi makanan tinggi vitamin B2 dan B3, Vitamin C dan E, membatasi konsumsi garam dan lain-lain.
Selanjutnya, bagaimana caranya untuk mengecek apakah mata kita sehat atau tidak?
Ada tips mudah dan tidak perlu alat apapun. Tak butuh waktu lama, siapapun bisa melakukan screening mata.

Screening Mata Kurang Dari 5 Menit


1. Dibutuhkan minimal dua orang. Satu orang sebagai yang melakukan pemeriksaan dan lainnya yang diperiksa matanya.

2. Berdiri atau duduk saling berhadapan dan membuat jarak.

3. Orang yang diperiksa diminta menghitung jari si orang yang melakukan pemeriksaan sebanyak lima kali dengan jarak 3 meter. Setelah itu, diulang kembali dengan jarak yang berbeda yaitu 6 meter.

Hasil:

Jika jawaban salahnya kurang dari 4 kali di jarak 6 meter, maka diperkirakan bahwa orang yang diperiksa mengalami gangguan pengelihatan.

Lalu, misalnya jawaban salah kurang dari 4 kali di jarak 3 meter, maka didiagnosa mengalami kebutaan. Maka perlunya penanganan kesehatan segera.

Bagaimana? Semudah masak air, kan? Hehe. Tapi benar loh proses screening mata tersebut disampaikan oleh Dokter Hilmi. Lets try at home ya guys. Bisa coba di rumah bareng keluarga atau teman.

Kebijakan dan Upaya Dinkes Prov Kalbar Menjaga Kesehatan Mata Masyarakt Kalbar


“Kesehatan adalah hak azasi manusia.”

Begitulah yang disampaikan oleh Bapak Harry Agung Tjahyadi sebagai Ketua PDGI Cabang Pontianak. Karena itu sudah seharusnya negara berkewajiban menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan. Setuju? Setujuuuu.

Cara mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) ialah dengan cara pertama, peningkatan edukasi hidup sehat. Kedua, peningkatan kualitas lingkungan hidup. Ketiga, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit. Keempat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi. Kelima, peningkatan perilaku hidup sehat. Terakhir keenam, peningkatan aktivitas fisik.

Salah satu program kesehatan ialah kesehatan indera pengelihatan, karena 83% informasi sehari-hari diterima melalui MATA, lalu 11% melalui telinga.

Tahun 2013 jumlah penduduk provinsi Kalbar 5 juta jiwa. Sedangkan prevalensi gangguan pengelihatan 15,5% atau 775 ribu jiwa. Lalu prevalensi kebutaan 0,3% atau 15 ribu jiwa. Dimana penyebab kebutaan karena katarak 70-80%.


Pak Harry menyampaikan bahwa upaya-upaya tersebut seperti mengadakan pelatihan kesehatan indera di Kab/Kota bagi tenaga perawat di puskesmas. Lalu mengadakan bakti sosial operasi katarak. Selanjutnya, menjalin kerjasama dengan organisasi profesi (PERDAMI) dan donator untuk melaksanakan kegiatan promotif juga preventif terkait masalah kesehatan indera pengelihatan.

Ada pula diskusi bersama Bapak drg. Oscar Pribadi, MPH selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan). Beliau mengingatkan kita semua apa saja bentuk kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat. Seperti, melakukan aktifitas fisik, tidak lupa mengonsumsi sayur, ikan juga buah, serta membersihkan lingkungan. Tak kalah penting lainnya adalah memeriksakan kesehatan secara rutin.

Temu Blogger Kesehatan Dihadiri Oleh Ibu Menteri Kesehatan


Acara temu blogger kesehatan semakin meriah dengan hadirnya Ibu Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Nila Djuwita F.Moeloek, Sp. M. Berdasarkan cerita teman-teman Blogger Pontianak, baru kali itu Ibu Menkes menyempatkan hadir di acara temu blogger kesehatan. “Terima kasih sudah menyempatkan hadir, bu.”

Selain kedatangan Ibu Menkes, Bee juga senang karena bisa berkesempatan untuk mengikuti diskusi kepenulisan bersama Bang Away. Tema diskusi yang diangkat pun sangat menarik, “Menulis Benar, Tapi Nggak Hambar.”

Banyak kutipan dan motivasi kepenulisan yang diberikan. Sayang banget kalau nggak dicatat. Bisalah untuk nambah-nambah bahan caption sewaktu upload foto, hehe.

“Saat jadi creator, jangan jadi editor. Saat jadi editor, jangan jadi creator.”

“Pembaca bukan ahli bahasa, tapi punya rasa bahasa.”

“Kata indah bukan ditulis, tapi dirasakan oleh pembaca.”

“Menulis adalah untuk melayani pembaca.”

“Ketika menulis, fakta memang penting. Tapi jangan melupakan etika.”

Terus ada tips lain dari Bang Away, “kreasi tidak boleh mengorbankan informasi.”

Menurut Bee kutipan yang paling ‘nendang’ ialah, “Judul adalah janji penulis kepada pembaca.”

Eh, Ega (salah satu anggota blogger Pontianak) balas kata-kata Bang Away yang diatas, “Sedangkan isi adalah bukti penulis menepati janjinya kepada pembaca.” *eyaaa mantap 

Pesan Bang Away yang tak kalah pentingnya, “jangan meremehkan tulisan sendiri.”

Selfie bareng Ibu Menkes :D
Mata Sehat Investasi Bangsa
Diskusi kepenulisan bersama Bang Away

Sekian blogpost cerita kali ini. Ingat, dicoba ya guys screening matanya. Semoga tulisan Mata Sehat Investasi Bangsa ini bermanfaat dan tentunya kita semua terus sehat, aamiin. Terus bersyukur dan tebar kebaikan. Salam.

Comments

Popular Posts