Senangnya Bisa Menyaksikan Bintang Jatuh


Senangnya Bisa Menyaksikan Bintang Jatuh - Assalamualaikum. Hello Semuanya~

Rasanya senang banget bisa mengamati bintang bertaburan di langit secara langsung dengan mata sendiri. Sebelumnya Bee pernah melihat langit malam penuh bintang di perjalanan menuju Temajuk. Tapi cuma sekedar lihat, nggak sempat untuk mengamati lebih lama.

Baca juga: Part 2 - Pesona Indonesia di Ekor Kalimantan, Temajuk Sambas

Minggu lalu (19/11/2017) ketika ikut field trip ASRI Teens di Hutan Desa Pematang Gadung. Bee bersyukur banget bisa menyaksikan keindahan bintang-bintang lebih lama. Seumur-umur baru kali itu melihat langsung bintang jatuh. Kalau dulu cuma lihat di film-film, ini kita yang alami sendiri loh. Saking senangnya pengen loncat-loncat tapi sadar diri deh, soalnya Bee berdiri di jembatan. Nanti bukannya lihat bintang jatuh, malah Bee yang jatuh.

Selain Bee, ada Kak Siska dan Nisa yang juga ikutan lihat bintang. Awalnya Kak Siska yang bangunin dan ngajakin. Tanpa aba-aba, Bee langsung melek, bangun, cari kamera. Seperti yang diduga, hasil jepretannya gelap semua. Ya iyalah ya, kamera camdig kurang memadai buat foto bintang, tapi tetap saja maksa potret, hehe. 

“Ya udah, dinikmati aja,” kata Kak Siska.

Bener juga sih, momen kayak gini memang sangat penting diabadikan. Tapi lebih penting lagi dinikmati. Sambil baring, kami bertiga menatap langit malam bermandikan bintang. Dihitung-hitung dalam satu setengah jam, Bee melihat bintang jatuh empat kali dan satelit lewat enam kali.

“Tuh satelit tuh,” ucap Kak Siska sambil menunjuk langit.

Pertama kali melihat satelit sedang mengorbit itu antara kaget setengah tak percaya plus girang senang. Ya gak nyangka saja, di kota biasanya saya lihat lampu-lampu gedung, sedangkan ini lihat bintang jatuh lah, satelit lewat lah. Masya Allah banget.

Bintang jatuh yang Bee lihat munculnya nggak pernah lebih dari dua detik. Selain itu pijar bintang jatuhnya tak panjang. Sedangkan satelit yang Bee lihat ciri-cirinya, cahaya berwarna sedikit merah, tidak kerlap-kerlip dan geraknya cepat.

Oh ya, ada satu bintang yang sudah menarik perhatian Bee dari awal. Bintangnya berukuran lebih besar dibanding dengan yang lain. Warnanya merah. Ntahlah itu bintang apa.

Melihat langit penuh bintang-bintang begini jadi ingat salah satu ayat dalam Qur’an, “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang.” (QS. Al Mulk: 5).

Momen ini benar-benar menjadi pengalaman pertama Bee menyaksikan langit bermandikan bintang dan menemukan banyak hal. Jadi ya rasanya sangat excited banget. Pengen deh, suatu hari nanti bisa melihat bintang-bintang lagi. Tapi nggak cuma sekedar lihat, namun belajar langsung. Soalnya kalau cuma baca artikel-artikel di google, kurang ‘nendang’ informasinya.

Beberapa hari sepulang dari Hutan Desa Pematang Gadung, Bee mulai browsing seputar bintang-bintang. Pengen belajar dan pengen tau sebenarnya bagaimana sih bintang-bintang tersebut.

Ternyata bintang jatuh yang Bee lihat, bukanlah bintang sesungguhnya. Karena dari zaman old sampai zaman now, tidak ada yang namanya bintang bisa jatuh. Melainkan meteoroid yang terbakar sewaktu mencoba memasuki atmosfer Bumi.


Informasi lainnya yang bikin semangat ialah terdapat 11 kali terjadinya hujan meteor di tahun 2017 ini. Tanggal 13-14 Desember, hujan meteor ke-11 alias terkahir bakal hiasi langit di belahan Bumi utara maupun di belahan Bumi selatan.

Terus Bee penasaran juga, satelit yang Bee lihat itu satelit apa? Dari hasil googling, satelit tersebut bisa jadi satelit ISS (International Space Station) atau satelit Iridium atau juga satelit Tiangong. Yang benar yang mana? Kurang paham deh. Kuy lah kita belajar ke Bosscha Bandung. Tapi kapan yaaa? *galau.

Kalau kalian pernah nggak punya pengalaman yang sama dengan Bee? Cerita dong. Siapa tau bisa jadi bahan referensi dan nambah-nambah informasi.

Sudah dulu deh curhatnya. Semoga tulisan tentang pengalaman melihat bintang jatuh ini berfaedah, hehe. Terus bersyukur dan tebar kebaikan. Salam.

Comments

  1. Wah senang sekali bisa melihat langit yang dipenuhi bintang2, ya mbak.. :)

    ReplyDelete
  2. Aku jaraaang banget bisa lihat bintang jatuh. Dulu bisa lihat bintang jatuh waktu di puncak gunung pas lagi naik gunung. Bintang jatuh itu romantissss :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Astrid dulu suka naik gunun ya? Bener mba, bintang jatuh itu romantis :D

      Delete
  3. Seru deh kalo mandang langit malam hari apalagi banyak bintang bertaburan, mata serasa betah memandang, kadang juga pernah melihat satelit, bintang jatuh dan yg bersinar terang tak berkelip2 itu mungkin planet venus ya.. 😊 pengen banget juga ke Bosscha.. pengen liat mereka lebih jelas 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, dari dulu pengen ke Bosscha, belum pernah ke sampean

      Delete
  4. Asik banget nih, dah lama gak liatin bintang di langit. Terlebih akhir-akhir ini cuaca Jogja hujan terus, tapi alhamdulilah sekarang mulai gak hujan lagi...

    ReplyDelete
  5. Aku ga pernah lihat bintang jatuh. Lihat pemandangan langit dengan bintang itu indah banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba. Pemandangan langit penuh bintang itu benar-benar memanjakan mata.

      Delete
  6. wah indah banget melihat langitnya. jarang punya kesempatan melihat bintang jatuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih. Kalau di kota-kota belum tentu bisa lihat bintang jatuh ya

      Delete
  7. dulu pernah kyknya ane ngeliat bintang jatuh, cuma sekilas cepet gitu. eh langsung buat permintaan hahahaha XD *masa kecil

    ReplyDelete
  8. saya belum pernah liat bintang jatuh. hihihi
    padahal dari kecil tu paling seneng goleran di kebun rumah sambil lihat bintang. jaman dulu kan bintang di kota masih kelihatan banyak.
    sekarang kota udah banyak polusi jadi minim banget bintangnya :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts